Om Swastyastu
Om Awigghenam
Astu Nama Sidam
Om Sidhi Rastu
Tat Astu Swaha
Om Anubhadrah
Kratawo Yantu Wiswatah
Jero mangku sane wangian titiyang, bapak
adat beserta jajaranya yang saya hormati, bapak ibu umat sedarma yang hadir
pada piodalan di pura dale mini yang saya hormati, dan rekan-rekan, adek-adek
pasraman saraswati yang saya banggakan.
Puji
syukur kita haturkan kehadapan ida sang hyang widhi wasa, karena atas astung
karte wara nugraha beliau kita dapat melaksanakan persembahyangan piodalan ini
dalam keadaan sehat seperti sekarang ini.
Umat
sedarma,
Pada
kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin menyampaikan pesan darma yang saya
berikan tema “ anak suputra “. Mengapa saya mengangkat tema ini karena saya
mengetahui seluruh umat yang hadir pada malam hari ini adalah seorang adak dari
kedua orang tuanya, dan anak suputra ini sangat penting kita ciptakan
Umat
sedarma,
Kata
anak suputra berasal dari bahasa sangsekerta yang berasal dari dua kata yaitu
kata “su” yang berarti baik dan kata “putra” yang berarti anak, jadi anak
suputra ini adalah anak yang baik, tentunya baik menurut ajaran dharma. Anak
yang baik ini adalah anak yang bisa berbhakti kepada ida sang hyang widhi wasa,
leluhur dan orang tuanya.
Berbhakti
kepada tuhan sudah sering kita laksanakan, karena pada sekarang ini kita sudah
melakukan salah satu bhakti kita kepada ida sang hyang widhi wasa yaitu dengan
melakukan persembhayangan pada hari ini. Berbhakti kepada leluhur dan orang tua
ini yang perlu lebih di tekankan karena di dalam slokantara 51 dikatakan:
Sarwaridipakascandrah
Prabhate rawidipakah
Trailokye dipako dharmah
Suputerah kuladipakah
Artinya:
Bulan
itu lampunya pada malam hari, surya itu lampunya pada siang hari, dharma itu
lampunya di ketiga dunia dan putra suputra adalah cahayanya keluarga.
Dari
slokantara di atas sangat jelas dikatakan bahwa anak yang suputra ini dapat
memberikan cahaya kepada keluarga ataupun leluhurnya. Menjadi anak yang suputra
adalah cara kita berbhakti kepada leluhur dan kedua orang tua kita. Selalulah
berdoa karena doa yang kita ucapkan akan membantu memberikan cahaya kesucian
terhadap leluhur kita. Dan selalulah turuti apa kata orang tua karena saya
yakin tidak ada orang tua yang ingin menjerumuskan anaknya kejalan yang salah.
“Ten kenten nike gih bapak, ibu ?” semua orang tua pasti mengarahkan anaknya ke
jalan yang baik, maka dari itu kita sebagai anaknya selalulah berbhakti kepada
orang tua, karena orang tua adalah perwujudan ida sang hyang widhi itu sendiri
umat sedarma, kita meyakini denganadanya tri murti yaitu brahma, visnu, siva.
Dimana brahma sebagai pencipta, namun juka kita lihat secara nyata siapakan
yang melahirkan kita di dunia ini, itu tidak ada yang lain adalah orang tua
kita karena beliau kita da disini. Yang kedua kita yakin adanya dewa visnu
sebagai pemelihara sekarang kita lihat siapakah yang secara nyata telah
memelihara kita di dunia ini, itu juga tidak lain orang tua kita. Maka dari itu
orang tua adalah perwujudan dewa itu sendiri dalam hal yang nyata di dunia ini.
Maka
dari itu, marilah kita bersama-sama menjadi anak yang suputra agar dapat
menolong leluhur dan kedua orang tua kita, dengan selalu berbhakti kepada ida
sang hyang widhi dang menghormati orang tua kita.
Umat
sedarma,
Mungkin
hanya itu yang dapat saya sampaikan pada malam hari ini semoga dapat bermafaat
bagi kita semua. Saya akhiri darma wacana ini dengan mengucapkan pramasanti
Om
santih, santih, santih om
Tidak ada komentar:
Posting Komentar