Senin, 27 Oktober 2014

darmawacana anak suputra



Om Swastyastu
Om Awigghenam Astu Nama Sidam
Om Sidhi Rastu Tat Astu Swaha
Om Anubhadrah Kratawo Yantu Wiswatah

Jero mangku sane wangian titiyang, bapak adat beserta jajaranya yang saya hormati, bapak ibu umat sedarma yang hadir pada piodalan di pura dale mini yang saya hormati, dan rekan-rekan, adek-adek pasraman saraswati yang saya banggakan.
Puji syukur kita haturkan kehadapan ida sang hyang widhi wasa, karena atas astung karte wara nugraha beliau kita dapat melaksanakan persembahyangan piodalan ini dalam keadaan sehat seperti sekarang ini.
Umat sedarma,
Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin menyampaikan pesan darma yang saya berikan tema “ anak suputra “. Mengapa saya mengangkat tema ini karena saya mengetahui seluruh umat yang hadir pada malam hari ini adalah seorang adak dari kedua orang tuanya, dan anak suputra ini sangat penting kita ciptakan
Umat sedarma,
Kata anak suputra berasal dari bahasa sangsekerta yang berasal dari dua kata yaitu kata “su” yang berarti baik dan kata “putra” yang berarti anak, jadi anak suputra ini adalah anak yang baik, tentunya baik menurut ajaran dharma. Anak yang baik ini adalah anak yang bisa berbhakti kepada ida sang hyang widhi wasa, leluhur dan orang tuanya.
Berbhakti kepada tuhan sudah sering kita laksanakan, karena pada sekarang ini kita sudah melakukan salah satu bhakti kita kepada ida sang hyang widhi wasa yaitu dengan melakukan persembhayangan pada hari ini. Berbhakti kepada leluhur dan orang tua ini yang perlu lebih di tekankan karena di dalam slokantara 51 dikatakan:
Sarwaridipakascandrah
Prabhate rawidipakah
Trailokye dipako dharmah
Suputerah kuladipakah
Artinya:
Bulan itu lampunya pada malam hari, surya itu lampunya pada siang hari, dharma itu lampunya di ketiga dunia dan putra suputra adalah cahayanya keluarga.
Dari slokantara di atas sangat jelas dikatakan bahwa anak yang suputra ini dapat memberikan cahaya kepada keluarga ataupun leluhurnya. Menjadi anak yang suputra adalah cara kita berbhakti kepada leluhur dan kedua orang tua kita. Selalulah berdoa karena doa yang kita ucapkan akan membantu memberikan cahaya kesucian terhadap leluhur kita. Dan selalulah turuti apa kata orang tua karena saya yakin tidak ada orang tua yang ingin menjerumuskan anaknya kejalan yang salah. “Ten kenten nike gih bapak, ibu ?” semua orang tua pasti mengarahkan anaknya ke jalan yang baik, maka dari itu kita sebagai anaknya selalulah berbhakti kepada orang tua, karena orang tua adalah perwujudan ida sang hyang widhi itu sendiri umat sedarma, kita meyakini denganadanya tri murti yaitu brahma, visnu, siva. Dimana brahma sebagai pencipta, namun juka kita lihat secara nyata siapakan yang melahirkan kita di dunia ini, itu tidak ada yang lain adalah orang tua kita karena beliau kita da disini. Yang kedua kita yakin adanya dewa visnu sebagai pemelihara sekarang kita lihat siapakah yang secara nyata telah memelihara kita di dunia ini, itu juga tidak lain orang tua kita. Maka dari itu orang tua adalah perwujudan dewa itu sendiri dalam hal yang nyata di dunia ini.
Maka dari itu, marilah kita bersama-sama menjadi anak yang suputra agar dapat menolong leluhur dan kedua orang tua kita, dengan selalu berbhakti kepada ida sang hyang widhi dang menghormati orang tua kita.
Umat sedarma,
Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan pada malam hari ini semoga dapat bermafaat bagi kita semua. Saya akhiri darma wacana ini dengan mengucapkan pramasanti
Om santih, santih, santih om

Tidak ada komentar:

Posting Komentar