Senin, 27 Oktober 2014

pawiwahan


PERKAWINAN YANG DIJELASKAN DALAM KITAB SUCI MANAWA DHARMASASTRA PADA BUKU KE III DAN KE IX

1.    Perkawinan dalam buku ke 3
Pada buku ini menjelaskan mengenai cara perkawinan yang dilakukan oleh golongan Brahmana, Kesatria, Waisya dan Sudra yaitu terdapat pada :
a.    seloka 20
Caturnamapi warnanam
pretya ceha hitahitan
astawimansamasena
striwiwahanni bodhata
Artinya :
Ada delapan macam cara perkawinan yang dilakukan oleh keempat warna yang sebagian adalah menimbulkan kebajikan dan sebagian menimbulkan ketidak baikan dalam hidup ini maupun sesudah mati.

upacara potong gigi



BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Yadnya menurut ajaran agama Hindu, merupakan satu bentuk kewajiban yang harus dilakukan oleh umat manusia di dalam kehidupannya sehari-hari. Sebab Tuhan menciptakan manusia beserta makhluk hidup lainnya berdasarkan atas yadnya, maka hendaklah manusia memelihara dan mengembangkan dirinya, juga atas dasar yadnya sebagai jalan untuk memperbaiki dan mengabdikan diri kepada Sang Pencipta yakni Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa).
   Saha yajñáh prajah strishtva
   puro
 váchap rajápatih
   anena
 prasavishya dhvam
   esha
 vastvishta kámadhuk
(Bhagawad Gita.III.10)
Artinya:
Dahulu kala Hyang Widhi (Prajapati), menciptakan manusia dengan jalan yadnya, dan bersabda: "dengan ini (yadnya) engkau akan berkembang dan mendapatkan kebahagiaan (kamadhuk) sesuai dengan keinginanmu".
    Deván bhávayatá nena
    te devá bhávayantuvah
    parasparambhávayantah
    sreyah param avápsyatha.
 (Bhagawad Gita. III.11)


Artinya:
Dengan ini (yadnya), kami berbakti kepada Hyang Widhi dan dengan ini pula Hyang Widhi memelihara dan mengasihi kamu, jadi dengan saling memelihara satu sama lain, kamu akan mencapai kebaikan yang maha tinggi.

darmawacana anak suputra



Om Swastyastu
Om Awigghenam Astu Nama Sidam
Om Sidhi Rastu Tat Astu Swaha
Om Anubhadrah Kratawo Yantu Wiswatah

Jero mangku sane wangian titiyang, bapak adat beserta jajaranya yang saya hormati, bapak ibu umat sedarma yang hadir pada piodalan di pura dale mini yang saya hormati, dan rekan-rekan, adek-adek pasraman saraswati yang saya banggakan.
Puji syukur kita haturkan kehadapan ida sang hyang widhi wasa, karena atas astung karte wara nugraha beliau kita dapat melaksanakan persembahyangan piodalan ini dalam keadaan sehat seperti sekarang ini.